TRAVEL DIGITAL ROBOTIKA PERHOTELAN

Image result for ROBOTIKA PERHOTELAN adalah
Robot sebagai kecerdasan buatan

Kecerdasan manusia saat ini sudah mampu membentuk suatu peradaban baru. Mengandalkan otak dan tangan yang berkolaborasi menciptakan temuan-temuan baru yang dimodifikasi sedemikian rupa sehingga apa yang diharapkan sesuai kenyataan. Layaknya penciptaan organ-organ palsu buatan mesin yang disebut robot. Dahulu robot hanya dikenal sebagai mainan penghibur si kecil. Perkembangan teknologi begitu menakjubkan. Siapa yang menyangka bahwa robot mulai digunakan untuk menggantikan sebagian pekerjaan manusia. Namun, dengan penggunaan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam revolusi saat ini, apakah dapat dijadikan peluang atau malah ancaman?            

Tak dapat dipungkiri, robotika kini merambah ke dunia perhotelan. Penggunaan robot akan membawa atmosfer baru bagi dunia perhotelan. Terutama dalam layanan serupa concierge yang menjawab segala kebutuhan konsumen. Robot secara otomatis akan mengucap salam pada pengunjung yang masuk atau sekadar lewat. Robot juga bisa diberi tugas tambahan, seperti membuka pintu bagi tamu yang ingin berkunjung. Kedua tugas bisa diselesaikan robot dengan baik, tanpa sedikitpun beranjak atau menampilkan ekspresi tidak simpatik.

Image result for ROBOTIKA PERHOTELAN adalah
Tugas robot lebih rapi daripada manusia

            Namun, penggunaan robot sebagai bagian dari sistem pelayanan hotel tidak selalu mendapat komentar positif dari berbagai pihak. Beberapa pengunjung lebih menyukai layanan hotel yang dilakukan manusia. Pengunjung menyukai salam yang disampaikan dengan keramahan sebenarnya, bukan hasil dari setting program. Pengunjung juga menyukai saat-saat bisa berbicara dengan pelayan hotel saat meminta service, komplain, atau sekadar ngobrol. Meski begitu, pengunjung menilai layanan yang diperoleh dari robot memang lebih baik. Layanan tersebut selalu datang tepat setelah diminta sehingga tidak membuat tamu menunggu lama. Tamu juga tidak perlu berkali-kali memberi tahu front office atau customer service karena layanan yang tak kunjung datang atau tak sesuai harapan.

            Di sisi lain, efektivitas dan efisiensi robot belum bisa menggantikan pelayanan yang dilakukan manusia. Komunikasi yang terjalin antara manusia dengan robot lebih sedikit dibanding yang terjadi antar manusia. Hal inilah menyebabkan robot belum bisa sepenuhnya mengambil alih dunia perhotelan. Berkaca dari kondisi tersebut, maka robot belum siap diterapkan pada seluruh lini layanan hotel.

Image result for ROBOTIKA PERHOTELAN adalah
Komunikasi antara robot dengan manusia

Canggihnya teknologi yang digunakan dalam pengembangan robot ini mengombinasikan casing aluminium dengan fungsi multi sensor data dan komputasi paralel untuk mendapatkan respons yang cepat.Robot dengan tinggi kurang dari satu meter dan kecepatan jalan satu meter per detik ini juga menggunakan peta semantik, sistem navigasi otonom untuk mengidentifikasi kendala, system komunikasi untuk mengendalikan lift, dan mengindentifikasi verifikasi melalui teknologi facial-recognition.

Robot yang melayani jasa housekeeping

Melakukan pekerjaan ini memungkinkan untuk mengidentifikasi keterampilan yang akan dimobilisasi antara pengetahuan dan pengetahuan teknis (hard skill) dan keterampilan relasional dan emosional (soft skill). Keterampilan keras melibatkan kemampuan untuk melaksanakan tugas dengan jelas dan akurat dengan presisi dan konsistensi. Seperti yang kita ketahui saat ini ,manusia sudah mampu menciptakan makhluk elektronik yang bentuk mekaniknya bisa dibuat  seperti apapun , sebesar apapun dan memiliki kemampuan masing”yang dapat melayani segala kebutuhan manusia khususnya d hotel, seperti salah satu hotel di luar negeri yang menggunakan jasa robot untuk bagian housekeeping, service dan bahkan receptionist , memang penggunakan teknologi robot dalam dunia pariwisata cukup memberi keuntungan karena sebagai ajang eskistensi dan juga robot d anggap tak kenal lelah seperti halnya manusia , tapi dengan penggantian tenaga manual dengan robot banyak ancaman yang akan terjadi yakni kehilangan lapangan pekerjaan, kurangnya interaksi sesama individu, kekurangan tenaga listrik karena d pergunakan untuk robot dan akan rawan akan terjadinya hacker, banyaknya peran yg tergantikan oleh robot membuat peran manusia tersingkirkan

Mungkin bukan salah teknologi yang perkembangannya kelewatan namun bagaimana pandangan kita terhadap teknologi tersebut. Perkembangan Internet of Things (IoT) dan algoritme juga membantu melengkapi objek dengan “kecerdasan”. Ini telah memberikan dorongan baru untuk robotisasi karena sekarang robot dapat menjadi efektif dalam pemrosesan dan penyimpanan data. Dengan demikian pengetahuan telah menjadi wilayah baru mesin. Penyimpanan, pemrosesan, kecepatan robot mengupas data dalam jumlah besar dengan efisiensi di luar jangkauan operator manusia. Karena semua alasan ini, keterampilan keras adalah titik kuat robot dalam hubungan pelanggan. Adapun soft skill, mereka menarik bagi kemampuan beradaptasi relasional, kecerdasan situasi, empati, dll. Namun, robot dan algoritmanya belum dapat mengembangkan, dengan demikian, pengetahuan untuk dapat menangani situasi yang ambigu, kompleks dan tidak terduga.

Sistem kerja robot lebih cepat daripada otak manusia

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started