SDM Berkualitas, Kunci Utama Kemajuan Pariwisata Bali Di Dunia Global

Pariwisata merupakan salah satu industri raksasa dunia yang mendorong pertumbuhan sektor ekonomi paling cepat. Sebagai mesin pertumbuhan ekonomi, pariwisata telah terbukti tangguh dan memberikan dampak positif dalam hal menghasilkan devisa, menciptakan lapangan kerja dan pendapatan, dan merangsang konsumsi domestik. Pariwisata juga memiliki efek bola salju dalam memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, karena pengembangan destinasi pariwisata baru yang seringkali disertai dengan munculnya bisnis lembaga-lembaga swadaya masyarakat yang baru. Bahkan di negara-negara yang mengandalkan pariwisata sebagai lokomotif pembangunannya, pariwisata memiliki dampak ekonomi, sosial, budaya dan lingkungan yang sangat luas. Hal ini berarti bahwa bidang pariwisata secara langsung menghasilkan layanan,produk, mata uang asing, kesempatan kerja, peluang usaha dan investasi. Bidang Pariwisata ditegaskan bahwa pariwisata Indonesia berpeluang menarik minat wisatawan mancanegara sekaligus menjadikan Indonesia sebagai destinasi unggulan dunia. Tapi di sisi lain pariwisata Indonesia akan menghadapi persaingan yang semakin ketat untuk merebut pangsa pasar pariwisata dunia. Faktor sumber daya manusia hanya dianggap sebuah pengeluaran lain, bukan sebuah masukan atau bahkan aset/kapital yang mampu memberi nilai tambah bagi pengalaman wisatawan. Karena itu, keahlian sumber daya manusia bukanlah isu yang relevan dan pendidikan pariwisata hanyalah merupakan pelatihan keterampilan dan terbatas untuk mata keahlian tertentu.

Sektor pariwisata, tidak hanya membutuhkan tenaga teknis tetapi juga sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dalam berbagai tingkatan tersebut di bawah ini:

(1)  Akademisi/peneliti/ilmuwan, yaitu SDM yang memiliki kompetensi untuk mengembangkan ilmu pengetahuan tentang kepariwisataan dan atau konsep-konsep yang genuine.

(2)  Teknokrat, yaitu SDM yang mempunyai kompetensi untuk mengembangkan rancang bangun kepariwisataan, kebijakan kepariwisataan, diversifikasi produk wisata, dan strategi pemasaran pariwisata.

(3)  Profesional, yaitu SDM yang memiliki kompetensi berupa keahlian untuk mengembangkan dan mengelola usaha pariwisata.

(4)  Tenaga teknis, yaitu SDM yang memiliki kompetensi berupa ketrampilan untuk melaksanakan tugas-tugas yang bersifat teknis dalam usaha pariwisata.

Ada beberapa manfaat yang bisa diperoleh para pelaku/lembaga jika mereka melakukan aliansi dengan beberapa mitra yang punya integritas yang tinggi dalam menjalankan bisnis yang

berkelanjutan, diantaranya: (1) meningkatkan kualitas pemasaran; (2) membuka pasar lebih luas; (3) lebih produktif; (4) lebih mudah menemukan solusi; dan (5) pertukaran informasi dan testimoni.

Upaya peningkatan pengetahuan dan kemampuan pelaksanaan (kompetensi) bidang kepariwisataan dengan standar dan kualifikasi yang mendapat pengakuan internasional sudah saatnya direncanakan dan ditingkatkan. Tidak hanya hanya bagi para pelaku (operator), yakni pimpinan dan staf perusahaan pariwisata, seperti hotel, kawasan wisata, atraksi wisata dan sebagainya, tapi juga bagi pemangku kewenangan pengaturan (regulator), yakni pimpinan dan pelaksana kebijakan pariwisata di instansi pemerintah, baik pusat maupun daerah.

Beberapa wisata di Bali yang perlu dipertahankan sumber daya manusianya agar bisa tetap bersaing di dunia global, diantaranya:

  1. Wisata budaya, yaitu perjalanan yang dilakukan atas dasar keinginan untuk memperluas pandangan hidup seseorang dengan cara mengadakan kunjungan ke tempat lain atau ke luar negeri, mempelajari keadaan rakyat, kebiasaan dan adat istiadat mereka, cara hidup mereka, kebudayaan dan seni meraka.
  2. Wisata kesehatan, yaitu perjalanan seseorang wisatawan dengan tujuan untuk menukar keadaan dan lingkungan tempat sehari-hari di mana ia tinggal demi kepentingan beristirahat baginya dalam arti jasmani dan rohani.
  3. Wisata olahraga, yaitu wisatawan-wisatawan yang melakukan perjalanan dengan tujuan berolahraga atau memang sengaja bermakasud mengambil bagian aktif dalam pesta olahraga di suatu tempat atau Negara.
  4. Wisata komersial, yaitu termasuk perjalanan untuk mengunjungi pameran-pameran dan pekan raya yang bersifat komersial, seperti pameran industri, pameran dagang dan sebagainya.
  5. Wisata industri, yaitu perjalanan yang dilakukan oleh rombongan pelajar atau mahasiswa, atau orang-orang awam ke suatu kompleks atau daerah perindustrian, dengan maksud dan tujuan untuk mengadakan peninjauan atau penelitian.
  6. Wisata Bahari, yaitu wisata yang banyak dikaitkan dengan danau, pantai atau laut.
  7. Wisata Cagar Alam, yaitu jenis wisata yang biasanya diselenggarakan oleh agen atau biro perjalanan yang mengkhususkan usaha-usaha dengan mengatur wisata ke tempat atau daerah cagar alam, taman lindung, hutan daerah pegunungan dan sebagainya yang kelestariannya dilindungi oleh undang-undang.
  8. Wisata bulan madu, yaitu suatu penyelenggaraan perjalanan bagi pasanganpasangan pengantin baru yang sedang berbulan madu dengan fasilitas-fasilitas khusus dan tersendiri demi kenikmatan perjalan.

Kunci Sukses Mengelola Usaha Bidang Event Organizer

Masih terbuka peluang untuk membangun lahan baru di bidang wirausaha diantaranya sector jasa pengelola acara atau event organizer. Jasa event organizer atau yang disebut juga EO ini merupakan sebuah bidang usaha yang memberikan peluang penciptaan lapangan kerja efektif bagi masyarakat khususnya bagi lulusan perguruan tinggi baru sehinga mereka tidak perlu berjubel dengan lulusan perguruan tinggi lainnya untuk mencari pekerjaan namun membuka peluang untuk menciptakan lapangan kerja sendiri serta bagi orang lain.

Ovent Organizer atau EO adalah Penyelenggara Acara,atau Usaha dalam bidang jasa yang secara sah ditunjuk oleh clientnya, guna mengorganisasikan seluruh rangkaian acara, mulai dari perencanaan, persiapan, eksekusi hingga evaluasi, dalam rangka membantu mewujudkan tujuan yang diharapkan client dengan membuat acara. Pada dasarnya EO merupakan orang orang yang bergerak dalam sebuah organisasi yang mengatur acara mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga purna acara. Di Indonesia, jasa EO sudah mulai berkembang namun dianggap belum mampu menjadi sebuah pilihan menarik bagi sebagian masyarakat kita untuk dijadikan sumber penghasilan utama. Hal ini yang menyebabkan masih sedikit EO di Indonesia yang mampu menguasai pasar besar. Disisi lain ini menjadi sebuah peluang bagi masyarakat untuk membuka usaha bidang jasa EO. Ada beberapa jenis EO yang dikenal selama ini diantaranya adalah: (1) one stop service agency; (2) MICE atau meeting, incentive, convention and exhibition; (3) musik atau hiburan/promotor musik; (4) wedding planner atau wedding organizer; (5) ulang tahun; (6) personal organizer.

Beberapa hal yang dapat dijadikan modal awal bagi setiap orang yang ingin memulai bisnis di bidang EO adalah: (1) mulailah dengan cinta; (2) ciptakan ide kreatif; (3) perbanyak teman atau relasi; (4) promosi dan kartu nama; dan (5) keberanian.

Pekerjaan apapun yang dilakukan seseorang tidak akan memberikan manfaat maksimal apabila dilakukan dengan setengah hati atau dengan keterpaksaan. Rasa cinta pada profesi menjadi kunci utama untuk memulai usaha bidang jasa EO ini. Aktivitas EO yang kerap berinteraksi dengan orang lain, memberikan pelayanan serta menghadapi konsumen yang banyak keinginannya kerap membuat seseorang merasakan tekanan kerja yang luar biasa. Namun apabila semua itu dilakukan dengan dilandari kecintaan pada profesi dan pekerjaan maka hal hal yang berpotensi menjadi kendala dalam pekerjaan itu akan dapat dihindari.

Menciptakan ide kreatif dapat dilakukan oleh siapa saja dan dengan metode apa saja. Setiap ide yang diciptakan daapt saja berupa ide baru yang lahir dari hasil oleh konsep pribadi ataupun ide yang dilahirkan dari pengembanganide yang telah ada sebelumnya. Melahirkan sebuah konsep acara yang menarik dan berbeda harus dilatih dan dibiasakan.

Kunci sukses EO adalah terletak pada jaringan pertemanan yang luas. Sehingga semakin luas jaringan teman yang dimiliki akan semakin besar peluang Eo memperoleh pekerjaan atau proyek penyelenggaraan acara. Marketing menjadi ujung tombak bagi setiap jenis usaha, namun di bidang EO, selfmarketing atau memasarkan diri sendiri menjadi sebuah keharusan.

Mencetak kartu nama adalah sebuah keharusan dalam memulai usaha bidang EO. Kartu nama adalah ujung tombak bagi setiap orang yang memulai usaha bidang ini. Sebaran kartu nama yang luas akan mengundang peluang yang luas pula bagi dikenalnya EO tersebut. Yang tidak dapat ditinggalkan juga adalah melakukan kegiatan promosi secara murah dan efektif. Banyak hal yang dapat dilakukan untuk melakukan promosi secara gratis dan tepat sasaran. Misalnya dengan menggunakan media internet, situs situs social yang banyak dikunjungi orang seperti Facebook dan twitter dinilai cukup efektif untuk menjadi media promosi EO. Memasang Logo Eo dan banner aktivktas EO lewat jejaring social di internet yang gratis, mejadi sebuah strategi promosi murah yang efektif.ide yang diciptakan daapt saja berupa ide baru yang lahir dari hasil oleh konsep pribadi ataupun ide yang dilahirkan dari pengembanganide yang telah ada sebelumnya. Melahirkan sebuah konsep acara yang menarik dan berbeda harus dilatih dan dibiasakan.Kunci sukses EO adalah terletak pada jaringan pertemanan yang luas. Sehingga semakin luas jaringan teman yang dimiliki akan semakin besar peluang Eo memperoleh pekerjaan atau proyek penyelenggaraan acara. Marketing menjadi ujung tombak bagi setiap jenis usaha, namun di bidang EO, selfmarketing atau memasarkan diri sendiri menjadi sebuah keharusan.

Hal yang paling penting dari semua hal diatas adalah dibutuhkan keberanian untuk memulai dan mencoba usaha. Setiap orang yang memiliki konsep dan modal namun tidak memiliki keberanian memulai, hanya akan menjadi sebuah konsep semata. Namun bagi mereka yang berani memulai usaha dengan modal yang terbatas akan lebih memberikan peluang sukses di kemudian hari.

Teknologi Cerdas, Roda Pariwista Era 4.0

Dunia industri selalu mengalami perkembangan seiring dengan kemajuan teknologi. Saat ini, Indonesia tengah dihadapkan dengan revolusi industri keempat atau yang kerap disebut revolusi industri 4.0. Revolusi ini merupakan era dimana inovasi  berkembang sangat pesat sehingga mampu menggeser bahkan menggantikan inovasi yang  sudah ada. Era ini ditandai dengan keberadaan things of internet, komputer super, kecerdasan buatan (artificial intelligence), cyber system, dan kolaborasi manufaktur. Era ini merupakan tantangan besar bagi Indonesia, mengingat  Indonesia tergolong lamban dalam merespon revolusi industri 4.0, termasuk dalam dunia pariwisata. Meskipun telah ada tuntutan dari pemerintah kepada pihak pengelola di bidang pariwisata untuk menyesuaikan diri dengan era pendidikan 4.0. Masalah datang dari kubu pengelola yang enggan mengimbangi diri dengan teknologi yang berkembang saat ini. Terlebih wisatawan masa kini merupakan generasi millennial yang sudah sangat akrab dengan teknologi. Maka dari itu, pendidikan di era 4.0 masih menjadi tumpang tindih.  

Terlebih, sistem pariwisata di Indonesia dinilai tertinggal dari negara lain dalam menyongsong revolusi industri 4.0. Kurangnya pemanfaatan teknologi digital dalam proses pengelolaan serta minimnya  fasilitas untuk mendukung sistem pengelolaan pariwisata menjadi ‘PR’ tersendiri bagi pemerintah.

Selain itu, banyak pengelola pariwisata yang masih terjebak dalam sistem era 3.0 dan kurangnya rasa jengah untuk tergerus arus pariwisata 4.0. Dimana pada era 3.0 tersebut, pariwisata dan pengelolaan lebih mengutamakan pengetahuan dan mengesampingkan sikap serta keterampilan.

Lambannya sahutan pemerintah akan membuat wisatawan ketinggalan arus dalam mengembari revolusi industri 4.0. Pada masa mendatang Indonesia akan mengalami kesulitan besar. Pariwisata yang sarat dengan muatan pengetahuan serta mengesampingkan muatan sikap akan menghasilkan pekerja yang tidak mampu berkompetisi dengan mesin Hal ini dikhawatirkan akan menghasilkan pekerja yang tidak mampu bersaing serta kesulitan dalam menghadapi revolusi industri 4.0.

 

Dunia pariwisata harus mempersiapkan diri guna menghadapi revolusi industri 4.0. Para pengelola pariwisata harus mengimbangi pentingnya pengetahuan dan keterampilan dengan harapan pengelola pariwisata mampu mengungguli kecerdasan mesin. Pariwisata yang didukung dengan karakter dan literasi menjadikan pengelola pariwisata bijak dalam menggunakan mesin untuk kepentingan masyarakat. Pengelola pariwisata harus menyesuaikan kompetensi pariwisata dengan revolusi industri 4.0. Beberapa kompetensi yang dibutuhkan dalam era pariwisata 4.0 seperti keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah, keterampilan komunikasi dan kerjasama, keterampilan berpikir kreatif dan inovatif, literasi teknologi informasi dan komunikasi, keterampilan kontekstual, serta literasi informasi dan media. Dengan pemahaman yang luas dalam menghadapi era tersebut.

Sudah saatnya kita harus bangun dari tidur panjang. Sudah saatnya kata-kata bombastis dan janji-janji manis berhenti diucapkan sambil menyusun strategi persiapan. Salah satu yang ditawarkan ialah dengan menginvestasikan generasi milenial Bali menuju revolusi industri pariwisata. Perkembangan industri pariwisata model baru ini sangat erat kaitannya dengan generasi milenial. Mengapa? Sebab mereka sangat dekat bahkan lekat dengan perkembangan teknologi. Sudah menjadi kebiasaan klasik di tengah generasi milenial bahwa no internet-no life, no gadget-no exist.

Berbagai hasil survei pun telah menegaskan salah satu ciri khas kaum milenial adalah dekat dengan laju pekembangan teknologi. Itu artinya masa depan pariwisata Bali tergantung dari persiapan kita saat ini. Kita masih punya optimisme jika generasi milenial diinvestasikan dalam suatu program yang terukur sehingga mampu mengubah tantangan pariwisata pada masa yang akan datang menjadi peluang usaha. Maka dari itu, generasi milenial Bali harus segera diinvestasikan lewat berbagai pelatihan, pendidikan dan pendampingan yang mampu menjawabi kebutuhan pariwisata pada masa yang akan datang. Selain memanfaatkan Balai Latihan Kerja (BLK), harus segera mengirim anak muda Bali yang berbakat dalam bidang komputer, technopreneurship, industrial robotic design, mobile application and technology, bioinformatika, agroekoteknologi, manajemen pariwisata, desain komunikasi visual dan bidang-bidang pendukung revolusi industri 4.0 lainnya. Di Bali, Aplikasi Bali Tour Guide sudah dikembangkan untuk perangkat android yang memberikan informasi mengenai objek-objek wisata di pulau Bali. Itu semua merupakan bentuk sentuhan revolusi industri 4.0 di bidang tour guide yang telah nyata hadir di depan mata kita. Di masa yang akan datang, kita juga bisa membayangkan mama-mama yang tergabung dalam kelompok tenun menjajakan barangnya di toko online. Cukup dengan memainkan jari tangan di ponsel pintar, uang keluar dan masuk ke rekening. Petugas kebersihan bakal digantikan robot-robot yang bekerja tanpa lelah siang dan malam, manajemen perhotelan digantikan sistem digital bahkan tempat kursus bahasa akan ditutup dan digantikan kursus online yang sekarang sedang marak dikembangkan. Hanya bermodal internet untuk mengakses aplikasi melalui komputer jinjing, komputer, atau telepon pintar kapan pun dan dimana pun, semua urusan dapat dibereskan tanpa menggunakan tenaga manusia.Sudah saatnya kita harus bangun dari tidur panjang. Sudah saatnya kata-kata bombastis dan janji-janji manis berhenti diucapkan sambil menyusun strategi persiapan. Salah satu yang ditawarkan ialah dengan menginvestasikan generasi milenial Bali menuju revolusi industri pariwisata. Perkembangan industri pariwisata model baru ini sangat erat kaitannya dengan generasi milenial. Mengapa? Sebab mereka sangat dekat bahkan lekat dengan perkembangan teknologi. Sudah menjadi kebiasaan klasik di tengah generasi milenial bahwa no internet-no life, no gadget-no exist. Berbagai hasil survei pun telah menegaskan salah satu ciri khas kaum milenial adalah dekat dengan laju pekembangan teknologi. Itu artinya masa depan pariwisata Bali tergantung dari persiapan kita saat ini. Kita masih punya optimisme jika generasi milenial diinvestasikan dalam suatu program yang terukur sehingga mampu mengubah tantangan pariwisata pada masa yang akan datang menjadi peluang usaha. Maka dari itu, generasi milenial Bali harus segera diinvestasikan lewat berbagai pelatihan, pendidikan dan pendampingan yang mampu menjawabi kebutuhan pariwisata pada masa yang akan datang. Selain memanfaatkan Balai Latihan Kerja (BLK), harus segera mengirim anak muda Bali yang berbakat dalam bidang komputer, technopreneurship, industrial robotic design, mobile application and technology, bioinformatika, agroekoteknologi, manajemen pariwisata, desain komunikasi visual dan bidang-bidang pendukung revolusi industri 4.0 lainnya.

TRAVEL DIGITAL ROBOTIKA PERHOTELAN

Image result for ROBOTIKA PERHOTELAN adalah
Robot sebagai kecerdasan buatan

Kecerdasan manusia saat ini sudah mampu membentuk suatu peradaban baru. Mengandalkan otak dan tangan yang berkolaborasi menciptakan temuan-temuan baru yang dimodifikasi sedemikian rupa sehingga apa yang diharapkan sesuai kenyataan. Layaknya penciptaan organ-organ palsu buatan mesin yang disebut robot. Dahulu robot hanya dikenal sebagai mainan penghibur si kecil. Perkembangan teknologi begitu menakjubkan. Siapa yang menyangka bahwa robot mulai digunakan untuk menggantikan sebagian pekerjaan manusia. Namun, dengan penggunaan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam revolusi saat ini, apakah dapat dijadikan peluang atau malah ancaman?            

Tak dapat dipungkiri, robotika kini merambah ke dunia perhotelan. Penggunaan robot akan membawa atmosfer baru bagi dunia perhotelan. Terutama dalam layanan serupa concierge yang menjawab segala kebutuhan konsumen. Robot secara otomatis akan mengucap salam pada pengunjung yang masuk atau sekadar lewat. Robot juga bisa diberi tugas tambahan, seperti membuka pintu bagi tamu yang ingin berkunjung. Kedua tugas bisa diselesaikan robot dengan baik, tanpa sedikitpun beranjak atau menampilkan ekspresi tidak simpatik.

Image result for ROBOTIKA PERHOTELAN adalah
Tugas robot lebih rapi daripada manusia

            Namun, penggunaan robot sebagai bagian dari sistem pelayanan hotel tidak selalu mendapat komentar positif dari berbagai pihak. Beberapa pengunjung lebih menyukai layanan hotel yang dilakukan manusia. Pengunjung menyukai salam yang disampaikan dengan keramahan sebenarnya, bukan hasil dari setting program. Pengunjung juga menyukai saat-saat bisa berbicara dengan pelayan hotel saat meminta service, komplain, atau sekadar ngobrol. Meski begitu, pengunjung menilai layanan yang diperoleh dari robot memang lebih baik. Layanan tersebut selalu datang tepat setelah diminta sehingga tidak membuat tamu menunggu lama. Tamu juga tidak perlu berkali-kali memberi tahu front office atau customer service karena layanan yang tak kunjung datang atau tak sesuai harapan.

            Di sisi lain, efektivitas dan efisiensi robot belum bisa menggantikan pelayanan yang dilakukan manusia. Komunikasi yang terjalin antara manusia dengan robot lebih sedikit dibanding yang terjadi antar manusia. Hal inilah menyebabkan robot belum bisa sepenuhnya mengambil alih dunia perhotelan. Berkaca dari kondisi tersebut, maka robot belum siap diterapkan pada seluruh lini layanan hotel.

Image result for ROBOTIKA PERHOTELAN adalah
Komunikasi antara robot dengan manusia

Canggihnya teknologi yang digunakan dalam pengembangan robot ini mengombinasikan casing aluminium dengan fungsi multi sensor data dan komputasi paralel untuk mendapatkan respons yang cepat.Robot dengan tinggi kurang dari satu meter dan kecepatan jalan satu meter per detik ini juga menggunakan peta semantik, sistem navigasi otonom untuk mengidentifikasi kendala, system komunikasi untuk mengendalikan lift, dan mengindentifikasi verifikasi melalui teknologi facial-recognition.

Robot yang melayani jasa housekeeping

Melakukan pekerjaan ini memungkinkan untuk mengidentifikasi keterampilan yang akan dimobilisasi antara pengetahuan dan pengetahuan teknis (hard skill) dan keterampilan relasional dan emosional (soft skill). Keterampilan keras melibatkan kemampuan untuk melaksanakan tugas dengan jelas dan akurat dengan presisi dan konsistensi. Seperti yang kita ketahui saat ini ,manusia sudah mampu menciptakan makhluk elektronik yang bentuk mekaniknya bisa dibuat  seperti apapun , sebesar apapun dan memiliki kemampuan masing”yang dapat melayani segala kebutuhan manusia khususnya d hotel, seperti salah satu hotel di luar negeri yang menggunakan jasa robot untuk bagian housekeeping, service dan bahkan receptionist , memang penggunakan teknologi robot dalam dunia pariwisata cukup memberi keuntungan karena sebagai ajang eskistensi dan juga robot d anggap tak kenal lelah seperti halnya manusia , tapi dengan penggantian tenaga manual dengan robot banyak ancaman yang akan terjadi yakni kehilangan lapangan pekerjaan, kurangnya interaksi sesama individu, kekurangan tenaga listrik karena d pergunakan untuk robot dan akan rawan akan terjadinya hacker, banyaknya peran yg tergantikan oleh robot membuat peran manusia tersingkirkan

Mungkin bukan salah teknologi yang perkembangannya kelewatan namun bagaimana pandangan kita terhadap teknologi tersebut. Perkembangan Internet of Things (IoT) dan algoritme juga membantu melengkapi objek dengan “kecerdasan”. Ini telah memberikan dorongan baru untuk robotisasi karena sekarang robot dapat menjadi efektif dalam pemrosesan dan penyimpanan data. Dengan demikian pengetahuan telah menjadi wilayah baru mesin. Penyimpanan, pemrosesan, kecepatan robot mengupas data dalam jumlah besar dengan efisiensi di luar jangkauan operator manusia. Karena semua alasan ini, keterampilan keras adalah titik kuat robot dalam hubungan pelanggan. Adapun soft skill, mereka menarik bagi kemampuan beradaptasi relasional, kecerdasan situasi, empati, dll. Namun, robot dan algoritmanya belum dapat mengembangkan, dengan demikian, pengetahuan untuk dapat menangani situasi yang ambigu, kompleks dan tidak terduga.

Sistem kerja robot lebih cepat daripada otak manusia

Introduce Yourself (Example Post)

This is an example post, originally published as part of Blogging University. Enroll in one of our ten programs, and start your blog right.

You’re going to publish a post today. Don’t worry about how your blog looks. Don’t worry if you haven’t given it a name yet, or you’re feeling overwhelmed. Just click the “New Post” button, and tell us why you’re here.

Why do this?

  • Because it gives new readers context. What are you about? Why should they read your blog?
  • Because it will help you focus you own ideas about your blog and what you’d like to do with it.

The post can be short or long, a personal intro to your life or a bloggy mission statement, a manifesto for the future or a simple outline of your the types of things you hope to publish.

To help you get started, here are a few questions:

  • Why are you blogging publicly, rather than keeping a personal journal?
  • What topics do you think you’ll write about?
  • Who would you love to connect with via your blog?
  • If you blog successfully throughout the next year, what would you hope to have accomplished?

You’re not locked into any of this; one of the wonderful things about blogs is how they constantly evolve as we learn, grow, and interact with one another — but it’s good to know where and why you started, and articulating your goals may just give you a few other post ideas.

Can’t think how to get started? Just write the first thing that pops into your head. Anne Lamott, author of a book on writing we love, says that you need to give yourself permission to write a “crappy first draft”. Anne makes a great point — just start writing, and worry about editing it later.

When you’re ready to publish, give your post three to five tags that describe your blog’s focus — writing, photography, fiction, parenting, food, cars, movies, sports, whatever. These tags will help others who care about your topics find you in the Reader. Make sure one of the tags is “zerotohero,” so other new bloggers can find you, too.

Design a site like this with WordPress.com
Get started